Hourly billing itu default-nya banyak agency. Kami belum pernah pakai. Ini alasannya.
Kalau vendor charge per jam, struktur insentifnya reward orang yang spend lebih banyak waktu, bukan yang solve masalahnya lebih cepat. Buyer akhirnya jadi police timesheet, bukan evaluasi outcome.
Project pricing balik insentifnya. Kami propose scope, sepakat sama outcome, dan tim di-reward kalau selesai lebih cepat. Outcome yang lebih bagus, less rework, gak ada padding.
Trade-off-nya: kami harus jujur soal scope dari awal. Itu fungsinya diskusi 30 menit di awal — supaya kedua sisi jelas sebelum mulai.