Produk studio,F&B dan restoran,2026

Laporta

Profit intelligence layer di atas POS, untuk operator F&B Indonesia.

Masalah
POS mencatat penjualan, tapi kas kecil, stok, waste, setoran bank, dan absensi tersebar di spreadsheet dan WhatsApp, dan harus disalin ulang untuk head office.
Solusi
Satu sistem untuk lima peran: crew menutup shift dari ponsel, kas punya rantai serah terima sampai bank, dan setiap transaksi masuk jurnal double-entry.
Hasil
Input penjualan crew turun dari 2,7 ke 1,7 layar, dan mengubah sel jadwal dari 0,7–1,2 detik jadi 76–101 ms.
Laporta, halaman Setoran Tunai: uang yang sudah masuk bank, setoran yang perlu diperiksa, dan pembanding per rekening
Laporta di ponsel crew: checklist Tutup Shift dengan tujuh langkah

Angka

Hasil yang terukur.

Setiap angka punya tanggal ukur, cara ukur, dan rujukannya di bagian Sumber.

  • Input penjualan di ponsel crew

    1,7layar

    Dari 2,7 layar,[1]

  • Ubah satu sel jadwal

    76–101ms

    Dari 0,7–1,2 dtk,[2]

  • Bukti transfer terbaca benar

    14/14

    [3]

Fitur

Di dalam Laporta.

01 / 04

Tutup shift dari ponsel crew

Tujuh langkah berurutan: absen, penjualan, stock opname, kas kecil, waste, kebersihan, lalu serah terima kas. Data yang sudah diserahkan terkunci; koreksi punya jalur sendiri dan tercatat.

Laporta di ponsel crew: checklist Tutup Shift dengan tujuh langkah

02 / 04

Rantai kas sampai rekening bank

Uang berpindah dari orang ke orang dengan jejak, sampai ke setoran. Foto bukti transfer dibaca OCR untuk dicocokkan dengan nominal yang diklaim, bukan untuk mengisinya.

Laporta, halaman Setoran Tunai: uang yang sudah masuk bank, setoran yang perlu diperiksa, dan pembanding per rekening

03 / 04

Selisih stok terhadap resep

Kebutuhan bahan ideal dihitung dari resep dikali penjualan menu, disandingkan dengan pemakaian aktual dari opname, lalu diurutkan menurut nilai rupiahnya.

Stock opname: pemakaian aktual dibanding kebutuhan ideal

04 / 04

Jurnal yang menutup buku

Setiap transaksi memposting jurnal double-entry: bagan akun, buku besar, laba rugi, rekonsiliasi bank, dan tutup buku.

Laba rugi Juli dari buku besar: konsolidasi tiga belas outlet dan margin per outlet

TUR,50 DETIK

Satu hari outlet, dari laci kas sampai buku besar.

Rekaman berikut berjalan di database demo dengan data contoh. Yang Anda lihat adalah aplikasinya sendiri, bukan maket.

Direkam dari database demo. Nama cabang, karyawan, dan angka adalah data contoh, bukan data klien.
Transkrip tur

Tur tanpa suara, sekitar 50 detik. Halaman Setoran Tunai: uang yang sudah masuk bank, yang masih di outlet, dan setoran yang perlu diperiksa, dicocokkan per rekening. Serah Terima Shift: kas berpindah dari shift ke shift dengan jejak, termasuk yang masih menunggu diterima dan yang selisih. Beranda Eksekutif: kontrol harian pekerjaan shift tiap cabang dan omset hari itu. Stock opname: pemakaian aktual dibanding kebutuhan ideal dari resep. Laba rugi bulan berjalan dari buku besar, katalog resep beserta HPP, dan jurnal umum.

Linimasa

Dari awal sampai sekarang.

  1. 6 Mei 2026

    Versi 2 dimulai

    laporta_v2@8c85f7e

  2. 2 Jul 2026

    Modul pertama pindah dari data contoh ke database

    laporta_v2@14f2777

  3. 29 Jul 2026

    Buku besar jadi sumber kebenaran, siap pilot

    laporta_v2@7d244f9

  4. 4 Agu 2026

    Model OCR dipilih lewat uji tujuh model

    laporta_v2@57435fc

  5. 31 Agu 2026

    Jadwal mingguan diubah tanpa menunggu server

    laporta_v2@69ab349

Cerita lengkap

Masalahnya bukan POS

Jaringan Geprek Wow menjalankan banyak outlet sekaligus. POS mencatat penjualan dengan rapi, tapi semua yang bukan penjualan (kas kecil, stock opname, waste, setoran ke bank, absensi, belanja ke distribution center) tersebar di spreadsheet dan grup WhatsApp. Angka dari cabang harus disalin ulang sebelum bisa dibaca head office, dan masalah di outlet baru terlihat setelah laporannya dirapikan.

Satu sistem, lima peran

Laporta dibangun untuk lima peran: Super Admin, Akuntansi, Crew dan SPV Outlet, Investor, dan Maintenance. Semuanya berjalan di atas Postgres dengan Row Level Security per outlet, sehingga crew satu outlet secara teknis tidak bisa membaca data outlet lain.

Alurnya mengikuti hari kerja outlet, bukan struktur database. Di akhir shift, crew menjalankan satu checklist Tutup Shift dari ponselnya: absen pulang, penjualan, stock opname, kas kecil, waste, lalu serah terima kas. Data yang sudah diserahkan terkunci. Kalau ada yang keliru, koreksinya punya jalur sendiri dan tercatat.

Kas punya rantai kepemilikan antar-shift. Uang berpindah dari orang ke orang dengan jejak, sampai ke amplop yang disetor ke bank, dan foto bukti transfernya dibaca OCR untuk dicocokkan dengan nominal yang diklaim.

Dari outlet sampai buku besar

Semua transaksi bermuara ke jurnal double-entry: bagan akun, buku besar, laba rugi, arus kas, rekonsiliasi bank, tutup buku, sampai export ke format ESB. Stock opname tidak berhenti di "berapa sisanya": sistem menghitung kebutuhan bahan ideal dari resep dikali penjualan menu, menyandingkannya dengan pemakaian aktual, lalu mengurutkan selisihnya menurut nilai rupiah.

Di sekitarnya ada modul yang biasanya hidup di aplikasi terpisah: absensi dari kamera ponsel dengan geolokasi dan antrean offline, roster mingguan yang sekaligus menjadi cut-off payroll, cuti dan lembur, purchase request ke distribution center, produksi dapur, kebersihan per shift, maintenance aset, dan portal investor dengan porsi kepemilikan yang tercatat per periode.

Yang tidak terlihat dari luar

Sebagian besar pekerjaan justru berupa menutup celah: laba rugi perusahaan yang ternyata bisa dibuka crew, data gaji yang terbuka untuk semua peran, lima rute tulis tanpa pemeriksaan wewenang, dan satu kebocoran RLS lewat connection pooler. Semuanya ditemukan lewat audit internal dan ditutup sebelum jadi insiden. Sistem yang memegang uang orang lain tidak cukup dinilai dari fiturnya.

Sumber

Rujukan berbentuk repo@commit menunjuk commit tempat angka itu diukur.

  1. [1]

    Input penjualan di ponsel crew: 1,7 layar (dari 2,7 layar)

    Tinggi formulir input penjualan per shift di ponsel crew, sebelum dan sesudah grup channel bisa dilipat.

    Diukur 29 Jul 2026laporta_v2@7d244f9

  2. [2]

    Ubah satu sel jadwal: 76–101 ms (dari 0,7–1,2 dtk)

    Waktu dari klik sampai sel jadwal berubah di layar, diukur sebelum dan sesudah pembaruan optimistik.

    Diukur 31 Agu 2026laporta_v2@69ab349

  3. [3]

    Bukti transfer terbaca benar: 14/14

    Tujuh slip BCA, BRI, dan DANA sintetis (buram, miring, difoto dari jauh) dibaca dua putaran, rata-rata 1,4 dtk per bukti.

    Diukur 4 Agu 2026laporta_v2@57435fc

  4. Rekaman dan tangkapan layar. Direkam dari database demo. Nama cabang, karyawan, dan angka adalah data contoh, bukan data klien.