01 / 04
Tutup shift dari ponsel crew
Tujuh langkah berurutan: absen, penjualan, stock opname, kas kecil, waste, kebersihan, lalu serah terima kas. Data yang sudah diserahkan terkunci; koreksi punya jalur sendiri dan tercatat.

Produk studio,F&B dan restoran,2026
Profit intelligence layer di atas POS, untuk operator F&B Indonesia.


Fitur
01 / 04
Tujuh langkah berurutan: absen, penjualan, stock opname, kas kecil, waste, kebersihan, lalu serah terima kas. Data yang sudah diserahkan terkunci; koreksi punya jalur sendiri dan tercatat.

02 / 04
Uang berpindah dari orang ke orang dengan jejak, sampai ke setoran. Foto bukti transfer dibaca OCR untuk dicocokkan dengan nominal yang diklaim, bukan untuk mengisinya.

03 / 04
Kebutuhan bahan ideal dihitung dari resep dikali penjualan menu, disandingkan dengan pemakaian aktual dari opname, lalu diurutkan menurut nilai rupiahnya.

04 / 04
Setiap transaksi memposting jurnal double-entry: bagan akun, buku besar, laba rugi, rekonsiliasi bank, dan tutup buku.

TUR,50 DETIK
Rekaman berikut berjalan di database demo dengan data contoh. Yang Anda lihat adalah aplikasinya sendiri, bukan maket.

Tur tanpa suara, sekitar 50 detik. Halaman Setoran Tunai: uang yang sudah masuk bank, yang masih di outlet, dan setoran yang perlu diperiksa, dicocokkan per rekening. Serah Terima Shift: kas berpindah dari shift ke shift dengan jejak, termasuk yang masih menunggu diterima dan yang selisih. Beranda Eksekutif: kontrol harian pekerjaan shift tiap cabang dan omset hari itu. Stock opname: pemakaian aktual dibanding kebutuhan ideal dari resep. Laba rugi bulan berjalan dari buku besar, katalog resep beserta HPP, dan jurnal umum.
Linimasa
6 Mei 2026
Versi 2 dimulai
laporta_v2@8c85f7e
2 Jul 2026
Modul pertama pindah dari data contoh ke database
laporta_v2@14f2777
29 Jul 2026
Buku besar jadi sumber kebenaran, siap pilot
laporta_v2@7d244f9
4 Agu 2026
Model OCR dipilih lewat uji tujuh model
laporta_v2@57435fc
31 Agu 2026
Jadwal mingguan diubah tanpa menunggu server
laporta_v2@69ab349
Jaringan Geprek Wow menjalankan banyak outlet sekaligus. POS mencatat penjualan dengan rapi, tapi semua yang bukan penjualan (kas kecil, stock opname, waste, setoran ke bank, absensi, belanja ke distribution center) tersebar di spreadsheet dan grup WhatsApp. Angka dari cabang harus disalin ulang sebelum bisa dibaca head office, dan masalah di outlet baru terlihat setelah laporannya dirapikan.
Laporta dibangun untuk lima peran: Super Admin, Akuntansi, Crew dan SPV Outlet, Investor, dan Maintenance. Semuanya berjalan di atas Postgres dengan Row Level Security per outlet, sehingga crew satu outlet secara teknis tidak bisa membaca data outlet lain.
Alurnya mengikuti hari kerja outlet, bukan struktur database. Di akhir shift, crew menjalankan satu checklist Tutup Shift dari ponselnya: absen pulang, penjualan, stock opname, kas kecil, waste, lalu serah terima kas. Data yang sudah diserahkan terkunci. Kalau ada yang keliru, koreksinya punya jalur sendiri dan tercatat.
Kas punya rantai kepemilikan antar-shift. Uang berpindah dari orang ke orang dengan jejak, sampai ke amplop yang disetor ke bank, dan foto bukti transfernya dibaca OCR untuk dicocokkan dengan nominal yang diklaim.
Semua transaksi bermuara ke jurnal double-entry: bagan akun, buku besar, laba rugi, arus kas, rekonsiliasi bank, tutup buku, sampai export ke format ESB. Stock opname tidak berhenti di "berapa sisanya": sistem menghitung kebutuhan bahan ideal dari resep dikali penjualan menu, menyandingkannya dengan pemakaian aktual, lalu mengurutkan selisihnya menurut nilai rupiah.
Di sekitarnya ada modul yang biasanya hidup di aplikasi terpisah: absensi dari kamera ponsel dengan geolokasi dan antrean offline, roster mingguan yang sekaligus menjadi cut-off payroll, cuti dan lembur, purchase request ke distribution center, produksi dapur, kebersihan per shift, maintenance aset, dan portal investor dengan porsi kepemilikan yang tercatat per periode.
Sebagian besar pekerjaan justru berupa menutup celah: laba rugi perusahaan yang ternyata bisa dibuka crew, data gaji yang terbuka untuk semua peran, lima rute tulis tanpa pemeriksaan wewenang, dan satu kebocoran RLS lewat connection pooler. Semuanya ditemukan lewat audit internal dan ditutup sebelum jadi insiden. Sistem yang memegang uang orang lain tidak cukup dinilai dari fiturnya.
Rujukan berbentuk repo@commit menunjuk commit tempat angka itu diukur.
Input penjualan di ponsel crew: 1,7 layar (dari 2,7 layar)
Tinggi formulir input penjualan per shift di ponsel crew, sebelum dan sesudah grup channel bisa dilipat.
Diukur 29 Jul 2026laporta_v2@7d244f9
Ubah satu sel jadwal: 76–101 ms (dari 0,7–1,2 dtk)
Waktu dari klik sampai sel jadwal berubah di layar, diukur sebelum dan sesudah pembaruan optimistik.
Diukur 31 Agu 2026laporta_v2@69ab349
Bukti transfer terbaca benar: 14/14
Tujuh slip BCA, BRI, dan DANA sintetis (buram, miring, difoto dari jauh) dibaca dua putaran, rata-rata 1,4 dtk per bukti.
Diukur 4 Agu 2026laporta_v2@57435fc
Rekaman dan tangkapan layar. Direkam dari database demo. Nama cabang, karyawan, dan angka adalah data contoh, bukan data klien.