Klien,Manufaktur pangan dan agribisnis,2026

RPN OS

ERP rumah produksi yang tahu berapa harga cabai di setiap batch sambal.

Masalah
Bahan dibeli dari pasar dan supplier, diolah bertahap, lalu dikirim ke banyak outlet. Tanpa jejak dari bahan ke batch ke surat jalan, HPP hanya tebakan rata-rata.
Solusi
Satu rantai dokumen dari pembelian sampai pembayaran outlet. Setiap kedatangan bahan menjadi lapisan FIFO dengan harganya sendiri, batch produksi mengambil dari lapisan itu, dan jurnal double-entry tertulis di bawah setiap langkah.
Hasil
Buku dibuka dari posisi yang sudah diperiksa: setelah masa uji, invoice historis dimigrasikan dan pembayaran ganda dibersihkan dulu, baru transaksi baru dicatat.
Dashboard RPN OS: nilai persediaan FIFO, batch produksi berjalan, piutang per outlet, dan surat jalan

Cerita lengkap

Harga yang berubah di setiap tahap

RPN Agro memasak sambal dan greens untuk jaringan outlet Geprek Wow. Bahannya datang dari pasar dan supplier, diolah bertahap, lalu dikirim dengan surat jalan dan ditagih dengan invoice. HPP yang bisa dipertanggungjawabkan harus bisa ditelusuri sampai harga bahan yang benar-benar masuk ke batch itu.

Satu rantai dokumen

Pembelian berjalan dari PO, kedatangan barang, faktur supplier, sampai pembayaran, dengan jalur sendiri untuk belanja pasar yang memang tidak pernah punya PO. Setiap kedatangan membentuk lapisan FIFO dengan harga satuannya.

Batch produksi mengambil bahan dari lapisan itu dan boleh berjalan beberapa hari: dicatat harian, dipanen saat hasilnya bisa ditimbang, dan sambal melewati tahap antara (Cabe Selep) sebelum dimasak. Dari situ HPP aktual dan yield terbentuk. Susut proses masuk ke HPP, sedangkan kerugian nyata dicatat terpisah sebagai write-off, supaya keduanya tidak saling menyamar.

Distribusi menutup rantai. Surat jalan bernomor resmi mengeluarkan stok secara FIFO, outlet mengonfirmasi penerimaan, invoice terbit, dan jatuh tempo piutang dihitung dari termin masing-masing outlet.

Pembukuan di bawah setiap langkah

Setiap dokumen memposting jurnal double-entry-nya sendiri. Di atasnya berjalan PPN per baris dan PPh yang dipotong, aset tetap yang disusutkan tiap bulan ke HPP, bukan ke beban operasional, rekonsiliasi bank, dan tutup buku dengan laporan akrual. HR ikut di sistem yang sama: jadwal shift, absensi dengan geofence, upah berbasis porsi jam, dan slip yang bisa dicetak.

Wewenang tidak menempel pada jabatan. Setiap izin adalah modul sendiri, jadi manajemen operasional bisa menjalankan produksi tanpa melihat kas dan nilai persediaan perusahaan.

Buku yang dibuka dari posisi benar

Masa uji berakhir dengan cutoff pada 23 Agustus 2026, dan pembukuan dimulai dari posisi yang sudah diperiksa. Sebelum itu 397 invoice historis dari Januari sampai Juli 2026 untuk sepuluh outlet dan 643 baris pengeluaran senilai Rp580 juta dimigrasikan, aset tetap Rp62 juta masuk saldo awal, dan 25 pembayaran ganda senilai Rp33,9 juta ditemukan lalu dibersihkan. Celah yang dulu membiarkan pembayaran melebihi nilai fakturnya ikut ditutup.