RPN OS: ERP rumah produksi, dari pembelian bahan sampai buku besar.
Sistem operasi untuk RPN Agro (PT Robbani Permata Niaga), rumah produksi sambal dan greens yang memasok jaringan outlet Geprek Wow. Persediaan FIFO, HPP aktual per batch, dan jurnal double-entry yang menutup buku setiap bulan.

Rumah produksi dengan rantai yang panjang
RPN Agro memproduksi sambal dan greens untuk jaringan outlet Geprek Wow. Bahan datang dari pasar dan supplier, diolah bertahap, lalu dikirim dengan surat jalan dan ditagih dengan invoice. Setiap tahap punya biaya, dan HPP yang bisa dipertanggungjawabkan harus bisa ditelusuri sampai ke harga bahan yang benar-benar terpakai.
Setiap dokumen menyambung ke dokumen berikutnya
Procurement berjalan sebagai rantai: PO, kedatangan barang, faktur supplier, lalu pembayaran, dengan jalur terpisah untuk belanja pasar yang memang tidak pernah punya PO. Setiap kedatangan membentuk lapisan FIFO dengan harga satuannya sendiri.
Produksi mengambil bahan dari lapisan itu. Batch boleh berjalan beberapa hari, dicatat harian dan dipanen saat hasilnya bisa ditimbang, dan sambal melewati tahap antara (Cabe Selep) sebelum dimasak. HPP aktual dan yield terbentuk dari situ. Susut proses melekat ke HPP, sementara kerugian nyata dicatat terpisah sebagai write-off, supaya dua hal yang berbeda tidak saling menyamar.
Distribusi menutup rantainya. Surat jalan bernomor resmi mengeluarkan stok secara FIFO, outlet mengonfirmasi penerimaan, invoice terbit, piutang bertambah, dan jatuh temponya dihitung dari termin masing-masing outlet.
Akuntansi di bawah semuanya
Setiap dokumen memposting jurnal double-entry-nya sendiri. Di atasnya berjalan PPN per baris dan PPh yang dipotong, aset tetap dengan penyusutan bulanan yang masuk ke HPP (bukan beban operasional), rekonsiliasi bank, dan tutup buku yang menghasilkan laporan akrual. HR ikut di dalamnya: jadwal shift, absensi ber-geofence, upah berbasis porsi jam, dan slip yang bisa dicetak.
Hak akses tidak ditentukan oleh jabatan. Setiap wewenang adalah modul tersendiri, sehingga manajemen operasional bisa menjalankan produksi tanpa melihat kas dan nilai persediaan perusahaan.
Dari masa uji ke buku sungguhan
Pada 23 Agustus 2026 sistem menjalani cutoff: masa uji berakhir dan pembukuan dimulai dari posisi yang diketahui benar. Sebelumnya, 397 invoice historis (Januari sampai Juli 2026, sepuluh outlet) dan 643 baris pengeluaran senilai Rp580 juta dimigrasikan, aset tetap Rp62 juta masuk saldo awal, dan 25 pembayaran ganda senilai Rp33,9 juta ditemukan lalu dibersihkan, sekaligus menutup celah yang dulu membiarkan pembayaran melebihi nilai fakturnya.

